Sholat Sunnah

Waktu Terbit dan Waktu Duha: Kapan Mulai dan Berakhir

Waktu Terbit (syuruq) menandai saat matahari muncul di ufuk sekaligus berakhirnya waktu Subuh. Salat Duha dimulai sekitar 15 menit setelahnya, yaitu ketika matahari sudah naik sepenggalah, dan berlangsung hingga beberapa menit menjelang Zuhur. Pada jadwal, kolom "Terbit" menjadi patokan akhir Subuh, sedangkan kolom "Duha" menunjukkan awal waktu salat Duha.

Yang bisa Anda lakukan

  1. Buka jadwal salat kota Anda, lalu temukan kolom Terbit dan Duha. Keduanya biasanya berurutan setelah Subuh.
  2. Pahami bahwa waktu Terbit adalah batas akhir Subuh. Usahakan menunaikan Subuh sebelum jam ini lewat.
  3. Tunggu hingga masuk waktu Duha, sekitar 15 menit setelah Terbit, sebelum mulai salat sunah Duha.
  4. Kerjakan Duha minimal dua rakaat. Anda boleh menambah empat, delapan, hingga dua belas rakaat sesuai kemampuan.
  5. Selesaikan Duha beberapa menit sebelum masuk Zuhur agar tidak bertepatan dengan waktu istiwa, yaitu saat matahari berada di puncak langit.

Apa Itu Waktu Terbit (Syuruq)?

Waktu Terbit, dalam bahasa Arab disebut syuruq, adalah saat piringan matahari mulai muncul di garis ufuk timur. Momen ini memiliki dua makna penting sekaligus: menandai berakhirnya waktu Subuh dan menjadi pintu masuk menuju waktu Duha.

Maka, apabila Anda belum sempat menunaikan Subuh dan jadwal sudah menunjukkan waktu Terbit telah lewat, berarti waktu Subuh sudah habis. Di sinilah letak pentingnya memperhatikan kolom Terbit, bukan sekadar angka pelengkap di jadwal.

Sebagai gambaran, di Jakarta matahari biasanya terbit sekitar pukul 05.45–06.00 WIB, sementara di Makassar bisa lebih awal, sekitar pukul 06.00 WITA, karena posisi geografis yang berbeda. Perbedaan semacam ini wajar terjadi, dan Anda dapat membacanya lebih dalam pada panduan kenapa jadwal beda antar kota.

Kapan Salat Duha Dimulai dan Berakhir?

Salat Duha tidak langsung boleh dikerjakan begitu matahari terbit. Ada jeda sekitar 15 menit setelah Terbit, yakni saat matahari sudah naik sepenggalah (kira-kira setinggi tombak jika dilihat dari kejauhan). Inilah awal waktu Duha yang biasanya tercantum pada kolom "Duha" di jadwal.

Jeda ini ada karena salat sunah dilarang dikerjakan tepat saat matahari sedang terbit. Setelah matahari meninggi, barulah waktu Duha terbuka.

  • Awal waktu: sekitar 15 menit setelah Terbit, ketika matahari naik sepenggalah.
  • Akhir waktu: beberapa menit sebelum masuk Zuhur, yaitu saat matahari tepat berada di puncak langit (istiwa).
  • Waktu paling utama: ketika hari mulai terasa panas, kira-kira seperempat hingga sepertiga siang telah berlalu. Di banyak kota di Indonesia, ini sekitar pukul 08.30–10.00.

Dengan rentang yang cukup panjang ini, Anda yang sibuk pun tetap memiliki keleluasaan untuk menyempatkan diri sebelum tengah hari.

Cara Membaca Waktu Terbit di Jadwal

Pada jadwal salat standar Indonesia, urutan kolomnya umumnya: Imsak, Subuh, Terbit, Duha, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Dua kolom yang sering membingungkan adalah Terbit dan Duha karena letaknya berdekatan.

  • Kolom Terbit menjadi patokan akhir Subuh. Gunakan kolom ini untuk memastikan Anda tidak terlewat menunaikan Subuh.
  • Kolom Duha menunjukkan awal waktu salat sunah Duha. Tunggu hingga jam ini masuk, baru mulai salat.

Sebagai catatan, jadwal yang mengikuti parameter Kementerian Agama RI menghitung Imsak 10 menit sebelum Subuh, dengan sudut matahari Subuh -20 derajat dan Isya -18 derajat. Bila Anda ingin memahami beda Imsak dan Subuh secara lebih utuh, simak perbedaan Imsak dan Subuh. Penjelasan dasar tentang isi jadwal juga tersedia di apa itu jadwal sholat.

Perhatikan pula zona waktu kota Anda, apakah WIB, WITA, atau WIT, agar tidak salah membaca. Penjelasannya ada pada panduan WIB, WITA, WIT.

Keutamaan Ringkas Salat Duha

Salat Duha kerap dijuluki salat para perindu kebaikan karena keutamaannya yang lapang. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa dua rakaat Duha sudah cukup untuk menggantikan sedekah seluruh persendian tubuh yang jumlahnya ratusan setiap pagi (HR. Muslim). Sebuah amalan kecil dengan ganjaran yang besar.

  • Menjadi bentuk syukur atas nikmat tubuh yang sehat di pagi hari.
  • Dikerjakan minimal dua rakaat, boleh ditambah hingga delapan atau dua belas rakaat.
  • Dilaksanakan dua rakaat satu salam, lalu diulang sesuai jumlah yang diinginkan.

Anda tidak perlu menunggu waktu luang yang panjang. Dua rakaat singkat di sela kesibukan pagi pun sudah bernilai. Bila ingin menyiapkan bacaannya, silakan buka halaman niat sholat.

Catatan Penting Seputar Fikih

Para ulama berbeda pandangan dalam beberapa detail, misalnya batas pasti jeda setelah terbit atau jumlah rakaat maksimal Duha. Selama Anda mengerjakannya setelah matahari naik dan sebelum Zuhur, insya Allah waktunya sah menurut pendapat yang masyhur.

Hindari mengerjakan salat sunah pada tiga waktu terlarang: tepat saat matahari terbit, saat matahari di puncak (istiwa) menjelang Zuhur, dan saat matahari terbenam. Inilah alasan adanya jeda sekitar 15 menit di awal dan beberapa menit di akhir waktu Duha. Untuk memahami waktu-waktu salat secara menyeluruh, Anda bisa membaca panduan waktu sholat.

Informasi ini bersifat edukasi umum, bukan fatwa resmi. Untuk keputusan ibadah yang spesifik, sebaiknya rujuk imam atau ulama setempat.

Lihat Jadwal & Waktu Duha Kotamu
Cari kotamu untuk melihat waktu Terbit dan Duha hari ini secara akurat sesuai parameter Kemenag.
Sumber: Kementerian Agama RI (parameter sudut Subuh -20°, Isya -18°, Imsak 10 menit sebelum Subuh) · Kitab fikih umum tentang waktu-waktu salat dan salat sunah Duha · Hadis riwayat Muslim tentang keutamaan dua rakaat Duha Ditinjau Juni 2026

Informasi ini bersifat edukasi umum, bukan fatwa resmi. Untuk keputusan ibadah spesifik, konsultasikan imam atau ulama setempat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah waktu Terbit sama dengan waktu Duha?
Tidak sama. Waktu Terbit adalah saat matahari muncul di ufuk sekaligus akhir waktu Subuh, sedangkan salat Duha baru boleh dikerjakan sekitar 15 menit setelahnya, ketika matahari sudah naik sepenggalah. Jeda ini ada karena salat sunah dilarang tepat saat matahari terbit. Itulah sebabnya, pada jadwal, kolom Terbit dan Duha tertulis terpisah dengan selisih sekitar seperempat jam.
Jam berapa salat Duha paling utama dikerjakan?
Waktu paling utama (afdal) adalah ketika hari mulai terasa panas, kira-kira saat seperempat hingga sepertiga siang telah berlalu. Di banyak kota di Indonesia, waktu ini berkisar pukul 08.30 hingga 10.00 pagi. Namun, secara umum Anda boleh mengerjakan Duha kapan saja sepanjang rentangnya, yaitu sejak 15 menit setelah terbit hingga menjelang masuk waktu Zuhur.
Apakah boleh salat Duha tepat saat matahari terbit?
Tidak dianjurkan. Tepat saat matahari sedang terbit termasuk salah satu dari tiga waktu terlarang untuk salat sunah. Karena itu, disunahkan menunggu sekitar 15 menit hingga matahari naik sepenggalah, yakni terlihat agak tinggi dari ufuk. Setelah matahari meninggi, barulah waktu Duha terbuka dan Anda bisa menunaikannya dengan tenang.
Sampai jam berapa batas akhir salat Duha?
Batas akhir Duha adalah beberapa menit sebelum masuk waktu Zuhur, yaitu ketika matahari tepat berada di puncak langit (istiwa). Sebaiknya selesaikan Duha dengan jeda yang aman sebelum azan Zuhur. Anda bisa melihat jam Zuhur kota Anda di jadwal sebagai patokan, lalu kerjakan Duha sebelum waktu itu tiba.
Kalau waktu Terbit sudah lewat, apakah Subuh masih sah?
Apabila Anda belum salat Subuh dan waktu Terbit sudah lewat, berarti waktu Subuh telah habis. Dalam kondisi ini, mayoritas ulama menganjurkan untuk tetap menunaikan Subuh sebagai qada (mengganti) secepatnya, terutama bila tertinggal karena tertidur atau lupa. Untuk kasus pribadi, sebaiknya rujuk ulama setempat agar Anda mendapat bimbingan yang tepat.
Berapa rakaat salat Duha yang dianjurkan?
Minimal dua rakaat, dikerjakan dengan satu salam. Anda boleh menambah hingga empat, delapan, bahkan dua belas rakaat sesuai kemampuan dan waktu yang dimiliki. Setiap dua rakaat ditutup dengan salam, lalu diulang sesuai jumlah yang diinginkan. Jadi, tidak perlu memaksakan diri. Dua rakaat singkat pun sudah bernilai keutamaan yang besar.